25 May 2020
My question in 25 may 2020
How to decrease negativity in our mind?
Why I make too much self blaming? And How to stop getting any Panic Attack? Tiga pertanyaan itu masih mengganggu ku hingga saat ini.
Aku ga yakin kapan awal mula aku jadi punya reflek self blaming. Entah sejak dibully atau emang udah ada sejak kecil, setiap ada kejadian buruk yang terjadi ke aku, aku auto self blaming gitu 😌
Sejauh ini aku bener2 tolak kebiasaan itu alias sama sekali melepaskan dengan paksaan dari diri sendiri untuk engga self blaming. Tapi yang aku dapat malah panic attack di situ, misalnya panik sama kesalahan remeh yang aku buat hanya karena ketledoranku. :) Panic attack sering aku dapatkan adalah perasaan ga nyaman saat bernafas, rasanya tuh kek oksigen yang dihirup cuma masuk sampai pangkal tenggorokan. Seperti ada yang menghalangi oksigen masuk di bagian pangkal leher, jadi rasanya seperti ga masuk organ pernafasan gitu.
Aku sempat mencoba melawan sikap aku yang seperti Anti social itu, atau lebih tepatnya Anti keramaian dengan masuk pasar. Kayaknya tanpa dijelaskan pun kalian tahu seperti apa suasana pasar itu. Selalu ramai dan penuh kebisingan.
Aku melakukan itu karena Ibu selalu ingin aku bisa berbaur dengan orang luar, maksudnya selain keluarga. Ibu ingin aku seperti ibu yang mudah bergaul dengan siapa pun. Soalnya aku tuh ketika mulai m ga bisa berbaur di keramaian aku pasti selalu lebih memilih jalan pintas dengan asik sendiri.
Okay, kita kembali ke pengalaman aku ke pasar untuk melawan sikap anti keramaian ku itu. Awal masuk masih ok akunya, mungkin karena masih sepi soalnya ibu selalu berangkat pagi banget setelah sholat subuh.
Ketika pasar mulai ramai, tanpa alasan aku mulai panik. Ketika beberapa pasang mata nampak atau seolah-olah fokus ke padaku aku mulai agak resah. Apalagi ketika kebisingan mulai menjadi jadi, aku mulai terganggu konsentrasinya dan makin menjadi paniknya. Aku selalu panik di suasana ramai, aku ga bisa konsentrasi. Aku merasa kesulitan untuk bekerja di suasana ramai. Aku tidak terbayang jika kelak aku bekerja di keramaian seperti pasar. Aku ingin suasana yang ramai tapi tidak bising. Itu akan jauh lebih nyaman buat aku. Kecuali itu sebuah pekerjaan yang santai seperti berbelanja di pasar, sebab keramaian itu cuma seperti lewat saja di kupingku.
Comments
Post a Comment