18 April 2020
Cintaku Untukmu
Aku mencintai dirinya
Tanpa memiliki dia
Tapi aku tak terluka
Aku justru bahagia
Cinta tak harus memiliki
Meski aku mencintai
Tanpa memiliki dan dimiliki
Olehmu sang pilihan hati
Tiada duka yang tercipta
Dalam hati dan jiwa
Hanya karena terpenjara rasa
Dari aku untuk dia
Aku menikmati kini
Kebebasan untuk mencintai
Engkau sang pilihan hati
Terimakasihku untukMu
Telah tanamkan rasa terindah di hatiku
Biarlah ku tetap mencintaimu
Meski kau takkan pernah tahu
Ketulusan rasaku
Akan ku simpan selamanya
Dalam palung jiwa
Inilah sebait sajak yang tercipta untukmu Blue, yang ingin ku nyanyikan di hadapanmu. Aku mencintaimu apa adanya, aku mencintai kurang dan lebihmu. Di mana pun kau berada kini, aku berdoa agar kau selalu bahagia dan baik-baik asaja. Bolehkah aku berharap, dan meminta Tuhan menyatukan kita sebagai teman hidup sejati hingga ke syurga-Nya kelak. MemaksaNya untuk menjadikan kita berjodoh. Tapi aku tak ingin terlalu berharap, karena aku tahu terlalu berharap bisa melukaiku kapan pun dan di mana pun. Aku tidak ingin bermuram durja sebab aku menyayangi keluargaku. Hidupku yang masih tidak tahu kapan ujungnya ini, tetap harus berjalan maju. Dengan atau tanpamu aku akan tetap hidup hingga Tuhan memanggilku untuk kembali padanya. Meski ada kehampaan yang aku rasa, menjalani tanpa ada kamu.
18 April 2020
Jika sekilas kalian membacanya dengan hati nurani sajak yang ada di atas, apa yang kalian pikirkan. Anggap saja aku sok tahu atas pemikiran kalian tentangnya. Jadi aku tak perlu membaca pikiran kalian. Sesungguhnya dia mencoba menghibur dirinya dengan kata bahagia. Karena dia mencoba untuk merasa bahagia tanpa adanya, tanpa kehadiran sang pujaan hati. Dia mencoba menerima kenyataan bahwa mereka tak mungkin bersatu. Mereka sudah tak sehati.
Comments
Post a Comment